Di sebuah kelas sejumlah pelajar diberi pertanyaan, "apakah kegiatan yang paling kamu sukai ? silahkan tulis semua kegiatan yang paling kamu sukai."
Jawabannya cukup mengejutkan tapi mungkin juga tidak, ternyata "belajar" tidak masuk di dalam daftar kegiatan yang disukai anak-anak tersebut. Bermain, tidur, nge"game", nonton tv, chatting, facebook adalah beberapa jawaban yang sering muncul. Saat saya menanyakan alasan kenapa "belajar" tidak masuk di dalam daftar mereka, anak-anak keburu bubar. Saya mengambil kesimpulan bahwa selain "belajar", ternyata "ditanya-tanya" juga bukan merupakan kegiatan yang paling disukai anak-anak.
Berikut alasan mengapa "belajar" merupakan pekerjaan yang membosankan bagi anak-anak :
1. Anak-anak belum menyadari pentingnya belajar
Mayoritas anak tidak mengetahui tujuan belajar dan manfaatnya bagi mereka saat ini dan di masa depan. Akibatnya belajar hanya dirasakan sebagai kewajiban atau keharusan, bukan sebagai kebutuhan.
Anak hanya diajarkan apa yang harus mereka pelajari seperti matematika, bahasa inggris, dll, tetapi tidak pernah diajarkan bagaimana cara belajar yang baik. Kebanyakan sekolah hanya menerapkan satu gaya belajar. Pada umumnya guru menerangkan pelajaran di depan kelas. Bagi anak yang memiliki tipe atau gaya belajar auditori (pendengaran sebagai alat yang dominan dalam menyerap informasi /pengetahuan) sangat terbantu dengan model pengajaran semacam itu.
3. Bahan belajar
4. EmosiSebagian besar buku teks memiliki tampilan yang monoton dan kaku/formal sehingga tidak menarik buat anak. Anak lebih tertarik dengan "game" dan komik yang memiliki banyak warna.
Sering kita melihat anak membaca komik humor sampai terpingkal-pingkal, atau membaca novel sedih hingga menangis, itu berarti informasi yang disampaikan dalam komik dan novel tersebut masuk ke dalam pikiran dan jiwa anak. Mungkin anda pernah mengalami, setelah membaca buku anda tidak ingat sama sekali informasi apa yang telah anda baca.
5. Gangguan sekitar
Anak akan kesulitan belajar jika lingkungan di sekitarnya tidak mendukung. Game, televisi, gadget, komik, teman adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi kemauan anak untuk belajar. Konsentrasi anak akan terpecah jika di sekitar meja belajar mereka terdapat benda-benda yang dapat mengganggu perhatian anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar